Cerita
berawal dari sebuah rencana study tour ke Bali. Malamnya aku berangkat dari
rumah ke karangkobar, aku berniat untuk bermalam di warnet epsilon karangkobar,
tapi setelah aku sampai di epsilon ternyata sedang ada gangguan jaringan.
Terpaksa aku bermalam di epsilon dengan tidak melakukan apapun, sembari
menunggu pagi aku lekas tidur di salah satu bilik. Pagi mulai menyingsing,
suara bising bus pariwisata rupanya telah terdengar, setelah itu aku bergegas
ke rumah amri untuk numpang mandi. Ternyata disana telah berkumpul beberapa
orang temanku. Setelah bersiap siap aku pun berangkat ke SMA. Sesampainya di
SMA aku dan teman teman berkumpul untuk mendengar informasi dari para guru. Bus
4 adalah bus yang akan mengantarku ke pulau seribu pura. Bismilahirohmanirohim rombongan
pun mulai meninggalkan kota dingin karangkobar. Di dalam bus aku bertemu
seorang tour guide dari Fortekindo, dia dipanggil mas kholis. Sepanjang
perjalanan mas kholis menceritakan pengalamanya jalan jalan di pulau dewata
Bali. Mendengar cerita mas kholis aku pun tidak sabar untuk cepat sampai di
pulau bali, sampai sampai aku pun tak menghiraukan sudah sampai di kota mana.
Sepanjang
perjalanan hanya terbayang pantai pasir putih dan laut biru. Seketika lamunanku
tersadar oleh truk yang hampir bertabrakan dengan bus yang aku tumpangi, semua
temanku menjerit ketakutan. Tapi setelah itu suasana ceria kembali dan aku
berfikir sampai mana lamunanku tadi. Ketika suasana mulai garing, seorang
consultan supir menghidupkan televisi dan VCD, satu bus pun akhirnya ikut menyanyi
dan kembali bergembira. Sore pun beranjak ke malam aku tertidur nyenyak sampai
adzan subuh membangunkanku, tak disangka hanya beberapa ratus meter lagi aku
sampai di pelabuhan bali. Ketika itu bus sedang menunggu kapal yang akan menyebrangkan
rombongan ke pulau bali. Siswa bergegas ke masjid untuk melakukan ibadah.
Setelah menunggu beberapa jam akhirnya giliran rombongan SMA untuk menyebrang.
Aku sangat bahagia karena bisa ke pulau bali. Di kapal feri aku bersenang
senang sembari mengabadikan momen. Disitulah sebuah pertanyaan muncul dari
benaku “kenapa tidak dibuat jembatan penghubung saja?” setelah ku berfikir jika
dibangun sebuah jembatan maka itu akan menghilangkan mata pencaharian penduduk
setempat. Ku lihat kanan kiri sambil memuji keagungan Allah SWT yang telah
menciptakan alam seindah ini. Sampailah aku dan rombongan di Pelabuhan
Gilimanuk, Bali. Setelah turun dari kapal aku disambut oleh sekumpulan pemuda
berenang dibawah jembatan, awalnya ku berfikir hanya berenang biasa tapi
ternyata mereka meminta sebuah koin, ku cari kantong kanan dan kiri ternyata
tak ada uang koin di sakuku. Akhirnya aku pun berpura pura melempar sebuah koin
tp ternyata yang ku lempar adalah kerikil, aku pun tertawa sendiri.
Ketika
pertama aku menginjakan kaki di tanah bali aku masih tidak percaya dan
bersyukur kepada Allah SWT karena telah mengizinkan aku pergi ke pulau yang
indah itu. Awal perjalanan menuju pulau bali pun dimulai, tour guide bus aku telah
berganti menjadi seorang perempuan bernama intan. Memey intan, itulah panggilan
seorang perempuan di bali. Memey intan berasal dari bali asli, cara bicara
memey intan pun berbeda dengan semua orang di bus 4. Panjang lebar memey intan
bercerita tentang bali, tapi aku terkadang tak menghiraukanya, aku lebih
memilih melihat keindahan hamparan pasir putih pantai di sepanjang tepi jalan.
Aku sangat kagum dengan ciptaan Allah SWT, tak henti ku ucapkan rasa syukur
kepada-Nya.
Hari
pertama di bali aku bersama rombongan mengunjungi salah satu tempat wisata
yaitu tanah lot. Kota tanah lot itu bukan berasal dari kata tanah alot tetapi
berasal dari kata tengah laut. Disana terdapat air tawar tetapi berada di
karang besar di tengah laut, itu sangat membingungkan bagiku. Disana aku
menyempatkan diri mengabadikan momen. Ku lihat kesana kemari mencari teman
untuk ku ajak berfoto barsama, tapi malang tak ada teman yang aku kenal dekat.
Ku putuskan untuk kembali ke bus karena cuaca di tanah lot sangat panas. Ketika
aku akan kembali aku melihat berjejer jejer toko baju khas bali, aku teringat
dengan adik adiku di rumah, aku pun memasuki salah satu toko tersebut dan
memilih baju yang pas untuk adik adiku. Kemudian beberapa baju telah ku pilih
dan kubeli. Setelah kembali ke bus ternyata semua seudah berkumpul dan kami pun
melanjutkan perjalanan.
Bedugul, sebuah tempat dimana umat muslim dan hindu saling berdampingan. Kata
bedugul sendiri diambil dari kata Bedug dan Gul, Bedug artinya sebuah alat yang
berfungsi untuk memberi peringatan bahwa akan segera adzan, sedangkan Gul adalah alat
yang dimiliki oleh umat hindu. Ternyata masjid di Bedugul adalah masjid tertinggi
di Pulau Bali subhanalloh.Setelah puas bermain di objek wisata bedugul kami pun
segera melanjutkan perjalanan, untuk check in di hotel. Ketika sampai di hotel
hari sudah malam aku pun langsung mengambil kunci hotel. Ketika sudah di kamar aku pun
langsung merapikan barang barang yang aku bawa, dan aku segera membersihkan diri agar
bias tidur nyenyak. Dan tepat dengan keinginan,
setelah mandi aku langsung tidur untuk mempersiapkan perjalanan besok.
Hari kedua aku bersama rombongan melanjutkan perjalanan,
hari kedua diisi dengan belanja, belanja dan belanja bukan sesuatu yang
kusuka. Selesai berbelanja aku dan rombongan mengunjungi pantai dream
land. Pantai itu sangat indah, pasir putih dan matahari yang hampir terbenam, itu sangat indah. Aku
pun
menyempatkan diri untuk berfoto foto dulu. Beberapa saat kemudian aku melihat sepasang turis mancanegara. Aku
pun memberanikan diri untuk mengajak berfoto bersama, walau kata yang
aku ucapkan masih terbata batat etapi turis itu tau apa yang ku maksud. Belum puas aku berfoto,
Pak Marlan memanggilku untuk cepat karena akan melanjutkan perjalanan berikutnya.
Saat itu ku kira aku pergi kepantai kuta ternyata tidak. Aku bersama rombongan pergi ke GWK.
Garuda Wisnu Kencana tempat yang sedang dibangun yang kelihatanya akan sangat megah, karena patung dewa wisnu sangat besar.
Seperti biasa aku tak ketinggalan momen untuk berfoto foto.Ketika selesai hari sudah sore
perjalanan ke kuta diundur karena sudah terlalu
sore. Aku dan semua teman teman kukecewadankembalike hotel denganhati yang
sangatmarah.
Esokpagitelahtibadilanjutkanlahperjalanankekuta,
pantai yang kutunggutunggu.Untukmenujupantaikuta kami harusmenaikimobil yang
bernamaoplet.Ketika di perjalananbanyakturismancanegarasedangmengendarai motor
danmembawapapanselancar, akutertawasendirikarenamelihatparaturis yang
tidakcocokmenaiki motor Indonesia. Ketikasampai di
pantaikutaakusangatbersyukurakhirnyasampai di
pantaikuta.Langsungkuabadikanmomen yang indahitu. Ku
carikesanakemarimelihatsiapa yang akankuajakberfotobersama. Ternyataperempuan
yang kucari taka
da.Kesanakemarikucarisembarimelihattemantemankubersukariamenikmatipantaikuta.
Setelahsemuapuasakudanrombonganbesiapuntukpulangketanahjawalagidaniniadalahperjalananterakhirku
di pulaubali, susahsenangkujalan. Sampaiakhirnyakumelihatfotoperempuan yang
kukagumiberfotodengankekasihnya, seketikahatikuhancur, serpihanitujatuh di
sepanjangjalantoldiataslaut yang
indah.Takpernahkubayangkansemuaberakhirseprtiini. Ku
putuskanmeninggalkanlukaitu di pulaubali. Di kapalhujanturunderassekaliseakaknlangit
pun menangis. Ku tertidur di bus sampaitakmenghiraukanapapun yangterjadi. Takkusangkaakusudahsampai di wonosobo.Di sepanjangjalanakumenghiburdiridenganmenggodaparapejalan kaki,
denganberpurapuramenyapamereka, sedikitterhibur.SelamatDatang Di Banjarnegara,
kata yang sangatkurindukanbeberapahari yang lalu.
Sebenarnyaakujugarindudengansuasanabali. Ketikasampai di
karangkiba aku langsug mengambil motor dan bergegas pulang ke rumah. Sesampainya di
rumahku berfikir kapan aku bias kembali lagi ke bali. Ku rindu suasana suka duka bersama teman teman
di bali. Terima kasih untuk semuanyaya Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar